Bukan karena kafein


Beberapa bulan terakhir ini aku sering mengkonsumsi  kopi. Selain buat menyegarkan kelopak mata yang selalu mengantuk, juga aku rasa kopi dapat meningkatkan mood ku menjadi lebih baik, terutama karena stress mengerjakan skripsi yang menghinggapiku.
Memikirkan kopi, aku jadi ingat bapakku. Ya, karena dialah aku mengenal kopi. Bapakku penggemar berat kopi. Mau pagi, siang, atau malam, dia tetap akan meminum kopinya dengan nikmat. Aku pikir laki-laki yang tak mengopi bukan lelaki sejati. Ini pikiranku saat masih ingusan dulu.

Saat umurku 5 tahun aku sudah menyesap minuman pekat itu dari tatakan gelas. Rasa penasaranku akan kopi, membuatku merengek-rengek meminta mencicipi kopi yang harum. Bapak siapa yang tega melihat anak perempuannya merengek-rengek. Akhirnya emakku membuat kopi yang diseduh dengan air panas mengepul. Sungguh nikmat ketika cairan pekat itu mengalir ke tenggorokanku, khusus untuk ku ditambah gula dua sendok. Tapi, karena aku tak tahan panas, jadilah aku menikmati kopi dengan menggunakan tatakan gelas, agar lidahku tidak melepuh karena kepanasan. Kadang aku mencampur minuman ini dengan susu.
Ah, mengingatnya sungguh menyenangkan. Harum kopi, rasanya yang manis agak pahit pekat bercampur menjadi satu. Tapi, ketika beranjak dewasa, aku memilih untuk menjauhi kopi.  Entah karena apa, mungkin karena efeknya yang kurang baik untuk kesehatan atau tidak ada yang membuatnya lebih enak dari buatan emakku.
Pernah aku mencoba untuk meminum kopi lagi. Tapi, setiap selesai meminum kopi, pasti kepalaku mendadak sakit dan terasa berat. Mungkin karena sudah terlalu lama otak ini tidak dirangsang dengan kafein.
Kini aku mulai rajin lagi menikmati kopi. Lebih tepatnya aku menjadi penggemar cappuccino. Hhmm, kalau diingat-ingat mungkin ini berlangsung sejak aku masuk kuliah. Tapi akhir-akhir  ini, aku mulai menikmati kopi hitam. Jangan lupa gula dua sendok. Ini lebih dikarenakan aku penyuka hal-hal yang berbau manis. Yah, walaupun begitu aku harus tetap membatasi pasokan gula ke tubuhku. Karena aku mempunyai riwayat keturunan penyakit diabetes.
Aku juga ingat ketika aku tinggal di kampung emakku, pagi-pagi selalu disediakan kopi yang panas mengepul. Ini buatan bibiku. Kopi terenak kedua setelah buatan emakku. Desa emakku masih belum terjamah tangan manusia-manusia jahil. Masih banyak pohon-pohon tinggi dan rapat-rapat, seperti pohon kelapa, pohon nipah, pohon pisang. Seingatku pohon Kakao juga ada. Jadi, bayangkan saja harus bangun di pagi buta yang teramat dingin, jaman dulu pemanas ruangan belum masuk desa, sekarang juga belum ada. Hahaha. Hal yang terlucu adalah, aku akan bangun dari tidurku hanya karena bibiku dengan suara berisiknya mengemasi rumah, dan bau harum kopi yang memenuhi udara pagi dirumah peninggalan nenekku itu. Tapi karena dinginnya cuaca disana, kadang aku lebih memilih untuk menarik selimutku lagi.
Keluarga ibuku selalu berlibur ke desa, baik saat libur hari raya, libur sekolah, atau hanya libur di hari minggu sekalipun. Kalau sudah berkumpul, semua tidak akan menyia-nyiakan pagi buta yang bahkan embun dingin pun masih berkeliaran di udara. Masing-masing bibiku akan menyiapkan sarapan. Paling utama pasti harus ada kopi tentunya. Akan lebih nikmat minuman kopi hitam pekat panas ini dihidangkan dengan goreng pisang atau ubi rambat yang baru diangkat dari penggorengan. uhh, sedaappp... Sambil menikmati semua hidanga maka akan berlompatan segala cerita dari bibir-bibir ceriwis mereka. Dan riuh rendah suara yang tua maupun yang kecil membahana dirumah tua nenekku. Meramaikan nyanyian pagi merekah di langit yang perlahan berubah terang dan cerah.
Benar-benar indah masa-masa kecil dulu.
Rasanya aku sedikit berhasil untuk berusaha menggali memoriku tentang perasaan bahagiaku akan kopi. Dan kurasa ini berpengaruh besar akan moodku. Bukan karena zat-zat seperti kafein yang terkandung di dalam kopi, tetapi lebih karena ingatanku akan kopi yang begitu banyak mewarnai hidupku, dulu. Tidak salahnya bernostalgiakan?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

4 komentar:

Unknown mengatakan...

kopi yah. . .
pesen satu tiaa. . .good day yah "mocacinno" hihihi

airimaruru mengatakan...

belum buka lapak heh :))

Nurmayanti Zain mengatakan...

wahh tia suka ya?
aku tidak terlalu ("-_-)> lebih suka yang manis manis :p semanis akuuu

*kabuuurrr

airimaruru mengatakan...

nurma narsis :))

Posting Komentar

tinggalkan komentarmu disini, maka aku akan berkunjung ke tempatmu... ^o^

Picture

Picture