| taken from here |
Hujan Berkabar
Tentang Kerinduan
Hujan, selalu ku nantikan...
“Hujan. Kembali menceritakan tentang hujan. Dan takkan pernah ku merasa
bosan. Malam ini hujan tak berkunjung. Rindu dentinganmu. Sungguh.”Tia, Adikku Sayang!
Andai Kau Lelaki
IBUNDA
Pusaran Angin
Awalnya dunianya terasa tenang, tanpa beban, angin berembus pelan ditelinganya, membuai semua harapan.
Setiap hari selalu berharap esok akan menjadi hari yg menyenangkan daripada hari ini.
Tapi tiba-tiba saat dia berada diatas tanah yang datar dan aman, angin mulai berembus kencang, badai datang menderu-deru, tanah yang dipijaknya mulai bergetar...
Bertanya dalam hati apa yang telah terjadi??
Orang-orang di sekeliling memanggilnya menyuruhnya untuk segera menyelamatkan diri.
Tapi seperti terikat tali tambang yang besar, kakinya tak dapat bergerak, ia terpaku terdiam.
Dia juga ingin cepat pergi dari kekacauan itu dan menyelamatkan diri seperti yang lain, tapi dia harus menunggu, dari sesuatu yang bernama "entah".
Dan pada akhirnya badai itu menghantamnya, badai yang berupa pusaran angin yang sangat besar.
Dia mulai terseret dalam pusaran angin besar itu.
Tubuhnya bagai tercabik-cabik, tapi dia tetap utuh, utuh yang menyakitkan.
Dia tau dia takkan bisa lepas dari pusaran angin besar itu, yang bisa dilalukannya hanya bertahan, dan berdoa semoga angin pusaran itu dapat berhenti, dan melepaskannya kedunia yang aman lagi.
Aku Rindu Merindukan-Mu
Tersadar aku dari mimpi yang gelap.
Berputar berkeliling mencari cahaya.
Resah & gelisah dalam kebutaan.
Mata ku tertutup oleh kabut yang tak kasat mata.
Aku pedih, gerah, hina, & hancur.
Aku yang kering kerontang berpeluk dosa.
Aku ingin kembali, aku ingin menggapai_Mu.
Aku rindu belaian_Mu.
Aku rindu kasih sayang_Mu.
Aku rindu mengharap_Mu.
Aku rindu cinta_Mu.
Aku rindu menangis di sujudku.
Aku rindu menangis di shalat ku.
Aku rindu mukjizat_Mu.
Aku rindu hidayah_Mu.
Aku rindu merindukan_Mu.
Aku rindu serindu-rindunya ya Allah.
My Mom
My mom yang di surga sana, mudah-mudahan amal ibadahmu di terima di sisi Allah, Amiin..
My mom, tak banyak kenangan yang kau parutkan dalam perjalanan ku menjelang dewasa, tapi ku yakin di atas sana kau selalu berdoa untuk kebahagiaan & kemudahan ku dalam menjalani hari-hari ku
My mom, aku rindu dibelai, ditimang, dimarahi, dipuji, disayang, dinasehati olehmu
Aku rindu masakan mu, di ajari belajar membaca & berhitung
Aku rindu senyumanmu dikala aq berteriak, "Mak, Tia dapat O besar lagi, & kata bu agatha O_nya bisa Tia rebus atau di goreng mata sapi."
Oh betapa Aku rindu serindu-rindunya
My Mom, belasan tahun kau meninggalkan kami anak-anakmu
Belajar mandiri yang kau terapkan sangat manjur untuk kami
Kami belajar bertahan hidup
My Mom, dalam ingatan ku, ku tau kau adalah wanita perkasa yang terus membanting tulang untuk makan seisi rumah
Terus bekerja untuk hidup
Selalu menolong orang, padahal kau sendiri sering kekurangan
My Mom, tak pernah putus kasih sayang mu untuk anak-anakmu hingga ajal menjemput
Tak pernah putus doa & airmata mu di atas sajadah tua kita
Tak pernah lelah hati karena kenakalan kami
My Mom, kau adalah wanita super hebat satu-satunya dalam hidup ku
Wanita yang paling cantik rupa & hatinya
My Mom, aku rindu, aku rindu, aku rindu, kami rindu..
My Mom . . . . .
![]() |
| Rukiah M. Noor |
*for Ummak in the Heaven...
Takjub
kembali ku disini
di pinggir Sungai Kapuas
menenangkan hati yang kemarau
bersama kecipak air yang dimainkan si gadis berjilbab putih
riang tawa anak bermandikan kilau sinar matahari dan bersimbah sungai kapuas
"Takjub"
satu kata yang bisa ku ungkapkan kini
*untuk sahabatku
Hanya Ingin Berani
Malam sunyi senyap
seakan tak bernyawa
Dingin embun terasa
turun mendekap dalam rengkuh lirih suara
Pengap . . .
Hampa . . .
Seakan ada yang menghimpit raga
bergejolak dan bergemuruh dalam jiwa
Sejuta kata takkan mampu 'tuk lenyapkan beban
Segantang senyum takkan sanggup 'tuk tepiskan dendam
Hei . . . ! ! !
Aku tak ingin memaki, atau pun menyumpahi
Ku juga tak ingin meratapi ataupun mendustai
Hanya ingin berani
Agar tak tersakiti
Picture









