Tampilkan postingan dengan label Celoteh Beo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Celoteh Beo. Tampilkan semua postingan

NHW#3 Membangun Peradaban Dari Dalam Rumah

Bismillah..

Alhamdulillah tabarakallahu ta’ala..

Qadarullah dalam proses penulisan NHW 3 ini sedikit terkendala. Bermula dari hari senin sore 2 minggu lalu tab saya terjatuh dari kulkas. Kesalahan saya saat meletakkan tab posisinya tidak pas. Saya meletakkannya antara atas kulkas dan pintu kulkas. Saya buru-buru menaruh tab ketika mengambil minum di meja kecil samping kulkas, dan ternyata Kak Shofi tanpa saya sadari membuntuti di belakang tanpa bersuara membuka pintu kulkas dan berakhir tab saya berdebam jatuh ke lantai. Saya hanya melongo mengambil tab dan mengecek kondisi tab. Saya pencet tombol power tab tidak mau hidup, berulang-ulang saya lakukan. Wah, dalam pikiran saya, tamat sudah riwayat tab ini. Malam itu saya pergi ke service center, tab terpaksa menginap. Rabu siang saya ambil kondisi tab sudah agak bagus, ganti IC CPU saja.

Sampai di rumah saya mulai menyicil tugas NHW 3, saya cicil sedikit-sedikit. Seperti biasa saya tidak bisa dengan cepat mengerjakan tugas, karena banyak panggilannya, panggilan shofi yang minta perhatian umminya, panggilan adek Ghozi yang mau menyusu, pup, dll. Belum pekerjaan lainnya yang sudah menuntut untuk dikerjakan.

Hari kamis malam tab masih berfungsi dengan baik. Jumat pagi saya buka tab dengan niat mengecek pesan yang masuk, tab saya mati dipencet tombol power tidak mau menyala. Apakah lagi yang salah kali ini? Siangnya saya lagi bawa tab ke service center. Dan dalam seminggu itu tab saya tidak ada kabar berita. Baru beberapa hari lalu dapat kabar kalau tab tidak bisa dibetulkan lagi, alias mati total. Perasaan saya sedih tentunya, tapi tidak merasa berat juga, karena sebagian data penting sudah saya pindah kan ke eksternal MC.

Selama hampir 2 minggu tab di rawat inap, saya dan suami yang sedang LDM aka long distance married yang biasanya video call via whatssap, terganti dengan hanya bisa mendengar suara suami lewat telpon atau sms. Alhamdulillah, kabar baiknya sekarang tab yang dimuseumkan didalam laci itu terganti dengan handphone baru. Baru kemarin suami ngajak beli handphone baru. Lalu sekarang terburu-buru saya membaca ulang materi ke 3 dan 4. Sudah terbayang-bayang jauh hari saya bakal lembur ngerjain double NHW, huhuhuu.

~ Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki "alasan kuat" bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda. Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.
Saya tertawa melihat respon suami saat saya mengirimnya surat cinta via WA. Dia hanya menjawab aamiinn dan senyum.
Kami memang buka tipe pasangan yang romantis. Tapi tetap ada hati yang mulai menghangat lagi dan lagi 😍

~ Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.
Alhamdulillah, di usia pernikahan yang ketiga ini saya dan suami sudah Allah amanahkan dua anak yang masyaa Allah sedang lucu-lucunya. Shofiyyah Nailah Yusuf (2 th 4 bulan) anak yang selalu bersemangat, saya sering kewalahan ketika harus menanggapi kekepoan shofi terhadap sesuatu, entah itu binatang, tanaman maupun benda-benda sekitarnya. Shofi termasuk anak kinestetik. Beberapa minggu lalu kami sekeluarga juga saudara-saudara saya pulang kampung ke kampung kelahiran ibunda Rukiah Rahimahullah di Desa Sui Jaga B. Liburan dadakan judulnya. Dan yang menarik dari liburan dadakan sehari itu adalah kejadian yang dialami Shofi. Melihat ekspresi shofi ketika melihat luasnya halaman rumah Moyangnya saya sudah punya firasat bakal terjadi sesuatu yang seru yang akan dialami shofi. Kakinya bergerak berlari riang dengan ekspresi antusias dan bersemangat. Mengejar bebek dan ayam, menabrak dahan-dahan dan pohon mangga tanpa hirau dengan rasa sakitnya, hingga kejadian nyemplung ke parit samping rumah Moyang hingga shofi berlumuran lumpur.



Saat suami bilang shofi nyemplung ke parit samping rumah Moyangnya saya tertawa mendengarnya. “Iya Nak, disini main aja puas-puas, kalo di Pontianak kan gak bisa main keluar puas-puas yaa, banyak motor dan mobil seliweran di gang soalnya”.

Memang kalo dirumah saya tidak bisa membebaskan shofi bermain diluar, karena kondisi lingkungan yang kurang kondusif, kadang kasian juga melihat shofi hanya bisa bermain dirumah, tapi saya dan suami cukup sering membawa Shofi ke taman-taman di sekitaran Pontianak untuk menyalurkan ke antusiasan Shofi.

Selain tipe anak kinestetik Shofi sangat sayang dengan adiknya, sering memeluk adiknya, tapi kadang usil dan gemas juga. Saat adiknya menangis, dan saya masih ada urusan dibelakang shofi selalu berkata, “tunggu sebentar ya adek” dengan nada yang lembut dan membelai adiknya. Saya masih memantau perkembangan shofi lainnya, tapi sejauh ini perkembangannya sesuai dengan umurnya.

Anak kedua saya, Al Ghozi Azzam Sahl Yusuf (4,5 bln) dari bayi terlihat lebih mellow dibanding Shofi ketika bayi. Tapi Ghozi termasuk bayi yang murah senyum, sangat mudah untuk membuatnya tertawa. Karena ghozi belum mpasi masih AsiX saya memfokuskan ke perkembangan motorik kasarnya, melatih genggaman tangannya, menstimulasi Ghozi untuk berguling dan duduk, juga melakukan loud reading agar ia terlatih mendengarkan kata-kata.

Anak adalah titipan Allah, saya dan suami terus menerus belajar. Terutama saya harus berdamai dengan innerchild saya, saya tidak ingin pola asuh yang saya terima dari keluarga saya dulu terulang ke anak-anak saya.

~Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, mengapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yang anda miliki.

Saya tipe introvert yang suka menyendiri dan kurang nyaman di tempat keramaian, tapi tidak berarti saya tidak suka bertemu orang. Saya senang berkenalan dengan orang baru tapi saya juga termasuk orang yang susah untuk langsung percaya dan akrab dengan orang yang baru ditemui.

Saya senang membaca, ini kebiasaan yang ditularkan keluarga saya yang semuanya suka membaca. Begitupun suami mempunyai hobi yang sama. Hal baik ini ingin dan akan saya tularkan ke anak-anak. Sedari Shofi masih bayi saya sudah mengumpulkan buku-buku bacaan. Dan nanti bila kami sudah punya rumah sendiri, saya akan buat perpustakaan mini. Dan saat ini saya menjadi reseller/marketter dari sebuah toko buku online. Rasanya menyenangkan bisa menyalurkan hobi membaca ke orang lain. Saya pun memang berniat mempunyai toko buku nantinya, tapi tidak hanya berisi buku, juga kerajinan tangan lainnya.

Saat ini saya masih belajar menguasai tehnik seni paper quilling. Menyenangkan membuat potongan kertas berwarna warni yang dipilin dan dibentuk menjadi suatu objek. Seni paper quilling ini menurut saya melatih fokus dan membuat saya mengembangkan kreativitas.

Saat ini sejujurnya saya masih mencari-cari hikmah dari segala kekurangan yang ada pada saya dan masa lalu yang tidak menyenangkan yang saya pernah alami. Ini terkait pula dengan proses saya berdamai dengan masa lalu.

Dalam proses saya belajar, saya pun berusaha untuk selalu membersamai proses belajar dan tumbuh kembang anak-anak dengan ilmu. Karena tentunya anak-anak ingin merasa aman dan nyaman bersama ibunya. Saya harus percaya diri bahwa saya bisa menjadi Ibu yang profesional untuk mereka.


Suami sangat mendukung apapun yang saya lalukan. Tidak pernah membatasi gerak saya. Selalu pengertian dengan kondisi yang saya hadapi. Jarang sekali menuntut istri harus begini dan begitu. Malah kadang harus saya yang memancing obrolan agar tau keinginan suami seperti apa. Saya pun berusaha mendukung apapun yang suami lakukan baik dalam hal pekerjaan, minat dan hobinya. Dalam hal pekerjaan saya hanya meminta agar apa yang ia kerjakan itu semuanya harus mencari keberkahan dan ridho dari Allah.

~ Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?
Akhir bulan Maret nanti saya dan anak-anak akan menyusul suami ke Ketapang. Dalam proses pindahan rumah ini banyak hal yang saya persiapkan. Kami juga sudah membuat sedikit perencanaan akan bagaimana tinggal disana. Pindahnya suami bekerja ke Ketapang sebenarnya jauh dari harapannya. Beliau sendiri ingin pulang ke tanah kelahirannya di Banjarmasin untuk menunaikan niatnya merawat orang tua sendiri, apalagi anak laki-laki lebih utama untuk merawat orang tua. Qadarullah, Allah sudah menentukan takdir lain. Saya menenangkan suami, Allah tentu ada maksud untuk keluarga kami akhirnya tinggal disana.

Berhubung ketika suami harus pindah kerja saya sedang hamil 7 bulan, saya memutuskan untuk tinggal dulu disini, khawatir jika melahirkan disana tidak ada keluarga dekat yang mendampingi. Meski dengan kondisi hamil tua dan mengasuh anak 1,5th yang sedang dalam fase aktif, saya harus rela LDM dengan suami. Akhir Maret nanti dirasa waktu yang pas untuk saya dan anak-anak pindah ikut abinya. Saya cukup bersemangat untuk proses kepindahan ini. Banyak hal yang saya tanyakan ke suami seperti apa kota Ketapang itu. Maklum seumur-umur cuma pergi antara Singkawang-Pontianak-Sambas, paling jauh ke Jawa Timur, ke Gontor.

Tentu banyak harapan kami di kota itu. Semoga harapan-harapan itu berbuah baik nantinya.
❤💙💚💛💜



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Menjadi Ibu Profesional, Kebanggaan Keluarga

Bismillah..
Apa kabar NHW 1 kemarin? Sedang proses dijalankan secara bertahap, pelan tapi pasti in syaa Allah dam semoga saya bisa istiqomah menjalankannya. Kendalanya kalo saya mulai tersandung sedikit kerikil dan merasa tidak bisa melalui dan mengerjakannya, makan terbitlah rasa malas.. Malasnya pake lama lagi.. Hadehh.. 😰 Maka dari itu saya bener-bener butuh support dari suami dan anak-anak. Karena merekalah yang sehari-hari mendampingi saya.

Sudah 2 minggu matrikulasi IIP berjalan, sekarang bertemu lagi dengan Nice Home Work kedua, Yeeeyyy🎉.  Sebenarnya gak “Yeeeyyy🎉” juga sih. Tugas NHW 2 bikin saya mikiirrr banget. Loh kenapa? Yah itu berarti saya harus bikin life map saya sebulan, 3 bulan, 6 bulan dan setahun ke depan. Ini langkah konkrit dari strategi yang saya paparkan sebelumnya di NHW 1, yang mana tidak hanya saya sebagai individual tapi juga  sebagai istri dan ibu.


Tugas kali ini merangkul suami sebagai supporter pertama. Menanyai pendapat beliau bagaimana perubahan yang saya bisa lakukan untuk membuat dia lebih bahagia. Setiap mau diskusi sama suami sering banget terpotong dan tidak selesai, ini karena kak Shofi iri melihat ummi abinya ngobrol mesra. Bermacam tingkah Shofi mencari perhatian kami. Akhirnya diskusi sudah kayak sinetron stripping, pake acara bersambung. Akhirnya jumat siang selesai tugas saya mewawancarai suami. Pas juga di siang itu Kak Shofi kedatangan abang sepupunya dan ia fokus main sama abang sepupunya itu, jadi kesempatan saya dan suami untuk berbincang. Sebagian suami yang bikin pake note, sisanya saya yang menambahkan.

Kalau kak Shofi (2 th 3 bln) dan dek Ghozi (4 bulan) belum bisa untuk saya mintai pendapat. Tapi mengingat dulu sempat mengajar, setiap 2 kali dalam seminggu kami guru-guru harus mengisi lembar kerja harian dimana kami membuat bahan ajar untuk indikator perkembangan santri dari perkembangan spiritual hingga kemandirian santri. Untuk memudahkan saya akan membuat checklist ini dengan tabel dalam rentang waktu 3 bulan agar saya lebih istiqomah menjalankannya. Setelah 3 bulan terlewati saya akan mengevaluasi mana yang sudah istiqomah saya jalankan, mana yang belum. Nah yang belum nanti akan saya masukkan lagi dalam checklist yang baru, dan mana indikator yang sekiranya perlu untuk ditambahi.

Ada beberapa kegagalan yang saya lakukan ketika mengasuh Shofi, berhubung waktu itu masih jadi ibu baru banyak bingungnya dan ilmu pun cetek bangek. Sekarang masih sih. Jadi untuk Ghozi saya usahakan tidak terulang lagi.

Ada banyak hal yang perlu saya perbaiki. Dalam ini ada 3 hal, meliputi perubahan untuk diri sendiri, hubungan saya kepada Allah dan hubungan saya kepada manusia lainnya. Lebih jelasnya bisa dilihat di tabel yang saya buat ini.

 




Alhamdulillah, Nice Home Work 2 sudah saya kerjakan. Saya cicil satu persatu. Karena kalau sekaligus mengerjakannya agak susah, kadang terlupa indikator seperti apa yang mesti saya buat. Belum lagi ada Shofi dan Ghozi yang cemburu bila saya memegang gadget sering membuyarkan konsentrasi ketika menulis.

Semoga saya dapat istiqomah menjalankan tugas ini, tanpa nanti tanpa tapi.

Wassalam.. ❤❤❤


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Devil's Cake yang Nyasar

Bismillah..

Cakeny chocolate lovers... Love it so much.. ❤❤❤

Sudah lama pengen cake ini, tp maju mundur mau pesen.. Dan ada cerita lucu saat cakenya datang eh dijemput.. 😅



Pesanny utk hari sabtu, karna pas suami jg pulang dr dinas. Minta diantar pagi dan kalo bisa dianterin, ownerny nyanggupin. Akhirnya dianterin cakeny jam 10an sm suami owner sekalian jemput anakny, tp sampe jam 10an lewat kok gak dateng2 cakeny. Hati sudah harap2 cemas. Eh, bibi yg kerja di rumah tetangga sebelah ngetok pintu, nanyain apa sy ad mesen cake, sy bilang iya ada. masih pasang tampang bingung dan gak loading. Kok bibiny bisa tau sy mesen cake? 😅😅 Ternyata.. Cakeny nyasar ke rumah tetangga sebelah 😂😂

Ya wes lah sy ke rumah sebelah ngambil cake.. No.rumah kami memang mirip, no rumah tetangga 9, kalo sy 9A. Dan nama anakny aulia, klo sy chyntia, jd mungkin krna ujung nama pas disebut rada2 mirip, dan entah gimana pas cakeny dianter kebetulan si anak gak dirumah, sm si ibu tetangga ngira itu cake pesenan anakny, jd dibayarin aja sm beliau.. 😰

Nah pas anakny dah pulang baru tau itu bukan pesenan anakny, mw nelpon ke owner cake, tp gak nyambung2, jd ngira2 siapa yg mesen cakeny.. Kurang lebih gitu deh kronologi cerita cake nyasar dr ibu tetangga.. 😅

Kemudian sy ganti uangny si ibu tetangga dan bawa cake pulang. Sampe dirumah sy kasi tau sm yg buat devil's cake, cakeny td nyasar. Dari chatt itu akhirny ketahuanlah yg salah siapa, yg salah pak tukang yg lagi ngecat pagar dirumah tetangga td. Ditanyain ini bener no.9A, iya bener kt si pak Tukang.. Ya elaahh pak pak.. 😂😂 gimana gak nyasar jadinya itu cake.

Cakeny nyoklat banget, buat pencinta cokelat ini recomend banget dinikmatin bersama keluarga. Gak mesti ada perayaan untuk nikmatin cake cokelat kan 😍😍 Jazakillah khayran ya ummu lutfi @lutfis_cake 😘😘



*Sebelum di foto, cakenya udah diuwel2 sm shofi 😰

#30haribercerita #30hbc1807 #ceritanyagaksetiaphari #passempetaja #menulisasik #devilscake #chocolatelovers

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pontianak di Guyur Hujan

Bismillah

Pontianak diguyur hujan sejak kemarin malam, gak berhenti-henti. Tengah malam apalagi, lebat sekali. Alhamdulillah karena Allah masih memberi hujan, lalu berdoalah sy "Allahumma Shoyyiban naafi'an". Sembari mengucap istighfar berulang-ulang. Tapi dalam hati-hati sungguh was-was hati ini.

Hujan masih gak ada tanda mau berhenti. Subuh hari bangun, cek parit dibelakang rumah airny sudah naik. Cek lagi jam 7 pagi, air sudah nunggu mau masuk ke pelataran belakang. Buru-buru sy angkut segala barang-barang perkakas dan teman-temannya ke tempat yg lebih tinggi dan aman. Sembari terus berdoa agar hujan cepat berhenti.



Biasanya saat hujan adalah saatnya leyeh-leyeh sedap. Menikmati camilan dan minuman hangat. Tapi, kali ini gak bisa. Sy bolak balik ke belakang rumah ngecek ketinggian air. Sy parno, krna tahun kemarin di hari yg sama saat Pilkada Gubernur DKI Jakarta, Pontianak seluruhnya di guyur hujan. Rumah banjir sebanjirnya. Banyak barang-barang yang hancur basah. Terpaksa ngungsi ke rumah kakak sy di gang sebelah yg gak kena banjir. Waktu itu lagi mabok2nya di awal kehamilan trimester pertama. Tapi maboknya ditahan2, mau gak mau ikutan ngeberesin rumah yg berantakan, springbed berhari2 baru kering dijemur diluar dgn panas matahari yg malu2 meong, duhai gemesnya.

Alhamdulillah malam ini hujan sudah reda, meski kadang ia masih datang dan pergi sesuka hatinya. Air dibelakang rumah pun mulai surut. Tapi hati masih tetap was-was takut tetiba hujan lebat lagi.

#30haribercerita #30haribercerita2018 #30hbc1805 #menulisasik #writingfornation #W4N #pesantrenbundasholehah #metoderois

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Shofi dan Jilbabnya

Bismillah

Sore tadi shofi dijemput kakak sepupunya kak tisya, mamak rindu kata kak tisya. Hampir 2 minggu shofi gak main ke rumah mamaknya. Buru-buru si kakak sy mandikan. Untungnya sudah sy siapkan air hangat untuk mandinya.

Akhir-akhir ini shofi susah banget disuruh mandi, diskusinya panjang bahkan berakhir tangis kencang si kakak.. Ini karna kak shofi gak suka dimandikan pake air dingin, maunya pake air hangat. Maksud hati mau membiasakan ia supaya biasa dgn air dingin sekalian hemat gas juga 😆. Tapi anaknya gak mau kompromi 😓 Akhirnya sudah dua hari ini saya mandikan dgn air hangat. Ya wes lah, sementara ummik ngalah dulu 😌

Setelah mandi dan berpakaian, kak shofi lgsg diajak kakak sepupunya pergi. Eh, ada yg kelupaan. Susunya. Ntar kasian kak tisya bolak balik ngambil susu shofi, meski rumah deketan. Kebiasaan setiap shofi ke rumah mamak harus dibekalkan susu botol. Soalnya ada kak wawa n falish yg beda setaun aja dgn shofi, yg sama2 masih nyusu botol. Satu minta susu semua mau jg 😄

Sembari memasukkan bubuk susu ke dalam botol, sy mendengar shofi masuk ke kamar, kakak sepupunya ngikutin. Oalah dia ternyata ngambil jilbabnya yg berwarna hitam, dan memakainya sendiri.

Masyaa Allah, kata kakak sepupunya. Sy mengucapkan hamdalah dalam hati. Padahal, biasanya krna terburu-buru dan males nyari jilbab shofi sy lgsg mengajakny keluar, tp dia maksa utk pakai jilbab dulu setiap mau keluar rumah dan sibuk mencari jilbabnya di lemari.

Shofi umur 2 bulan

Memang sejak masih umur 2 bulan sudah sy biasakan shofi pake jilbab setiap keluar rumah. Awalny karna diberi hadiah oleh seorang kakak yg baik hatinya sbg hadiah kelahiran shofi. Jilbab pertamanya berwarna merah. Alhamdulillah saat bepergian keluar itu shofi jarang sekali melepas jilbabnya, kecuali saat ia kegerahan maka ia melepasnya.

Barakallah ya nak, semoga kak shofi selalu ingat untuk menutup aurat hingga nanti shofi dewasa 😘


#30haribercerita #30haribercerita2018 #30hbc1804 #menulisasik #writingfornation #W4N #pesantrenbundasholehah #metoderois #menulisdenganhati

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tak Apa-apa, Nanti Bisa Belajar

Bismillah

Hampir semua perempuan yang mau nikah dan 'kebetulan' gak bisa masak, pasti dibilangin sama calon suami "tak apa-apa, nanti bisa belajar". Ya kalo si calon suami gak keberatan ya 😁 Begitupun saya, waktu ta'aruf calon suami ngomongnya seperti itu.

Waktu pertemuan pertama ta'aruf, kakak saya yg jadi juru bicaranya. Saya lebih banyak diamnya, malu-malu meong gitulah 😅 Dalam proses ta'aruf itu salah satunya kakak saya ngasi tau ke suami, yg waktu itu masih calon, kekurangan saya salah satunya gak bisa masak 😰. Sebenarnya bukan gak bisa, tapi saya malas masak 😂 Saya lebih suka bagian icip-icip makannya 😝



Setelah nikah, mau gak mau harus belajar masak, karna udah jadi tugas tak tertulis menjadi istri. Walaupun bahkan sampai skrg syndrom gak suka dapur masih ada, tapi demi suami agar tetep sayang sm istrinya ini, tiap pulang dinas panjang sy bela-belain masak di dapur dgn segala keriwehannya, apalagi sekarang udah punya dua anak, jadi kejar-kejaran. Tunggu si adek tidur atau lagi anteng baru bisa beberes didapur. Kalo kakak sih kadang ikut berantakin dapur, emak cuma bisa ngurut dada 😅

Alhamdulillah selama nikah suami gak pernah komplain sama hasil masakan. Kalo syndrom malas masak saya dateng beliau langsung ngajakin makan keluar atau nawarin beli dari luar. Peluk cium buat Abu Ghozi atas pengertiannya selama ini 😘

Dan lucunya sampai sekarang saya masih ngeraba-raba sama nama bumbu masakan. Kadang suka bingung beda jahe ama kencur, beda lada ama ketumbar. Kalau dah ke pasar atau ke warung modal omong doang Mbah, bu, bik, pak mau beli ini, itu, yang onoh. 😁

Apapun itu, memasak, berbisnis, mengaji, bekerja, atau melakukan hobi-hobi yang disukai, setiap saatnya adalah proses perbaikan diri. Awalnya mungkin tak paham, tapi tak apa-apa nanti bisa belajar.

@30haribercerita
#30haribercerita #30haribercerita2018 #30hbc1803 #menulisasik #writingfornation #W4N #pesantrenbundasholehah #metoderois #menulisdenganhati

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Taman Ahmad Yani

Bismillah..

Dulu waktu masih jaman kuliah taman ini hutan yang gelap banget. Ada jalan di samping kampus Teknik yang menghubungkan UNTAN dengan Polnep yg otomatis ngelewatin hutan itu. Sejujurnya dapat dihitung jari berapa kali sy pernah lewat dijalan itu, itu juga ke polnepnya karna mau ke atm BRI yang ada di Polnep. Jangankan di malam hari, saat siang hari pun rada-rada ngeri ngelewatinnya 😰. Selain gelap gulita, jalannya gak ada lampu jalan, terus katanya disitu banyak yang suka mabok-mabok 😱. Katanya orang-orang lho yaa. Bukan kata saya. 😜





Taman yang dulunya kesannya angker sekarang udah keren banget 👏 Taman ini diresmikan bertepatan dengan malam tahun baru 2018 oleh Pak Sutarmidji, walikota Pontianak. Ada perpustakaan digital, arena bermain catur, lapangan basket dan skateboard, terus ada papan informasi berisi info tentang Pontianak. Kalo gak salah ingat ya, ada papan info tentang bangunan n benda bersejarah di Pontianak, makanan khas, sampai para walikota dari yang pernah dan sedang memimpin Kota Pontianak. Terus ada juga Taman Sylva Arboretum Untan, tapi gak sempet maen ke situ.




Buat yang gak bisa jalan-jalan keluar kota, sekarang Pontianak udah banyak taman ramah lingkungan yang aman dan nyaman untuk ngajakin keluarga refreshing. Tapi tetep berhati-hati ya.. Terutama yang bawa anak-anak jangan sampai lepas dari pantauan mata. 😇

@30haribercerita
#30haribercerita #30haribercerita2018 #30hbc1802 #menulisasik #writingfornation #W4N #pesantrenbundasholehah #metoderois #menulisdenganhati


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Terperosok

Bismillah

Berbeda dari anak jaman old, anak jaman now sudah dihadiahi oleh orang tuanya dengan berbagai jenis mainan dari umur si anak masih batita sebagai bentuk rasa sayang. Begitu pula dengan anak saya, si sulung Shofi, belum genap 2 tahun, saya hadiahi ia sepeda roda tiga. Ini sebagai hiburan ketika ia sudah bosan bermain didalam rumah maka saya akan ajak ia bermain diluar rumah dengan bermain sepeda. Dan saya, anak jaman old baru diberi sepeda ketika kenaikan kelas 3 SD. Kasian. Waktu itu umur saya 7 tahun. Sepeda yang dibelikan oleh abang-abang saya ini merupakan hadiah sepeda pertama saya. Sepeda kecil merk Subaru berwarna ungu tua. Dan pertama kalinya juga saya belajar naik sepeda dari sepeda ungu ini.

Ada beberapa momen menggelikan yang terjadi antara saya dan 'si ungu'. Saat itu sedang musim liburan kenaikan kelas. Abang-abang saya menghadiahi saya si ungu. Saya senangnya bukan main. Saya langsung saat itu juga minta diajarkan naik sepeda. Pergilah saya dan abang saya membawa si ungu ke sekolah di dekat rumah. Halaman sekolah cukup luas jadi aman untuk berlatih tanpa perlu menabrak sana sini. Saya naik setengah duduk. Saat itu sadel sepeda masih agak tinggi dari pinggang saya. Jadi kalau duduk di sadel maka kaki saya akan menjinjit. Kemudian Abang saya memegang bahu dan kemudian membimbing saya cara memegang stang dan mengayuh pedal sepeda dengan benar. Awalnya masih kaku, setelah beberapa putaran akhirnya saya bisa mengayuh sepeda walau masih agak kaku dan sesekali terjatuh. Dibagian ini adalah wajar ketika seseorang mempelajari sesuatu kemudian gagal. Jarang sekali yang bisa melakukan sesuatu kemudian berhasil dengan hanya satu kali praktek. Begitu pun dengan si kecil tia ini. Matahari pun mulai merambat turun di ufuk barat, melihat saya sudah kelelahan, abang mengajak saya pulang.

Saat berjalan pulang saya melewati rumah sepupu saya yang rumahnya memang dekat dengan sekolah. Si Ungu tidak berani saya naiki karena saya masih takut menaikinya di jalan raya. Ndilalah, sepupu perempuan saya ini kebetulan sedang main di halaman rumahnya. Saya memanggilnya dan dengan jumawanya saya menyombongkan diri sudah bisa naik sepeda, dan tanpa babibu saya langsung naik sepeda dan kemudian mengayuh si ungu dengan semangatnya. Sepupu saya ini cuma berlari mengikuti saya dari belakang. Entah kenapa dengan songongnya, merasa sudah pintar mengayuh sepeda saya menoleh ke arah belakang melihat apakah sepupu saya masih mengikuti dan melihat kelihaian saya mengayuh sepeda. Tiba-tiba ketika saya mengarahkan kepala kembali menghadap ke depan tangan saya kaku tidak bisa membelok-belokkan stang dengan benar dan tanpa disadari saya kemudian terperosok dengan lajunya ke got yang penuh dengan air comberan. Baulah sudah saya dan si ungu itu.



Kelas 3 SD saya ikut abang tertua tinggal dirumah Uwan (nenek perempuan dalam bahasa Melayu) di desa dan bersekolah disana selama satu tahun.  Pulang pergi sekolah saya mengendarai si ungu. Letak sekolah cukup jauh untuk seumuran saya waktu itu. Tapi karena bersepeda beramai-ramai dengan teman-teman sekolah yang merupakan tetangga saya membuat ritual pergi dan pulang sekolah terasa menyenangkan.

Dan pada siang hari yang cukup cerah, seperti biasa saya pulang beramai-ramai dengan teman yang rumahnya searah dengan saya. Kejadian jatuh ke got yang penuh dengan comberan saat liburan kemarin itu nyatanya gak membuat saya kapok. Kembali saya berulah. Saya mengajak tanding teman saya yang perempuan siapa yang lebih cepat sampai dirumah. Saya pun ngebut mengayuh si ungu. Belum jauh dari sekolah ada jalan yang sedikit membelok, saya kembali kehilangan keseimbangan ketika memegang stang sepeda. Tangan saya kaku, dan sudah terlambat untung mengerem dengan lajunya sepeda yang saya kayuh. Alhasil saya terperosok masuk ke dalam parit yang cukup dalam bersama dengan si ungu. Untung untuk saya yang tidak bisa berenang, air parit tidak dalam, hanya sebatas lutus dan penuh dengan lumpur. Kotorlah sudah baju merah putih yang saya pakai, bukan hanya pakaian, tapi dari kepala hingga ke dalam sepatu penuh dengan lumpur tanah liat. Haha.. Inilah akibat songong tak kenal kapok.. Teman-teman hanya tertawa diatas penderitaan saya. Ampun dah malunya..

Memasuki masa SMA, abang saya membelikan sepeda gunung bekas tapi kondisinya masih cukup bagus untuk dikendarai. Si ungu sudah terlalu kecil untuk dikendarai badan saya yang bongsor. Maka dari itu, saya hibahkan si ungu ke keponakan ketika saya kelas 2 SMP.

Namanya sepeda bekas meski kondisinya cukup bagus tapi ada beberapa onderdilnya yang sudah seharusnya diganti. Nah, rem sepeda saya ini kondisinya sudah aus, udah gak pakem lagi kalau dipake buat ngerem lajunya sepeda. Tapi saya males pergi ke bengkel. Dengan kondisi rem yang seperti itu saya harus ekstra hati-hati di jalan. Gak bisa ngebut-ngebut. Di tambah lagi saya menggunakan rok yang panjang, karena saya sekolahnya di Aliyah. Ini masalah juga. Saya yang mengenakan rok panjang, terus mengendarai sepeda gunung. Otomatis ruang gerak untuk mengayuh gak luwes lagi.

Kenangan cukup menggelikan bersama sepeda kembali terulang. Untuk mencapai sekolah saya harus masuk ke gang sekolah cukup jauh dari jalan raya. Tidak jauh dari jalan raya ada turunan sedikit. Dengan ruang gerak yang terbatas saat mengayuh juga kondisi rem yang aus, setiap melewati turunan saya selalu berdoa semoga gak ada teman-teman yang rame menuhin jalann atau jangan sampe ada kendaraan lain dari arah berlawanan yang menghalangi jalan saya kalau mau menyalip teman yang lagi jalan kaki. Alhamdulillah doa saya selalu dikabulkan.

Hingga suatu hari, doa saya pagi itu gak dikabulkan. Biasanya saya ke sekolah saat jam mepet, alias saat di sekolah sudah waktunya masuk kelas. Tapi hari itu saya memilih pergi agak pagian. Yang artinya jalanan masuk ke sekolah pasti akan ramai. Benar saja, di depan saya teman-teman bergerombol berjalan kaki ke arah sekolah. Saya memutuskan untuk menyalip para pejalan kaki ini dan tiba-tiba kaget karena dari arah sekolah ada motor yang melaju menuju jalan raya. Yang saya khawatirkan terjadi. Rem sepeda gak bisa diajak kompromi. Mau turun dari sepeda kepalang tanggung. Pas pula dijalanan turunan. Tak ayal, saya yang sudah bingung sekaligus ketakutan, demi menghindari menabrak para pejalan kaki dan motor dari arah berlawanan, saya belokkan sepeda saya ke arah kanan, dan meluncurlah dengan mulus nan bergaya saya dan si sepeda terjerembab ke semak-semak yang jauh dari lintasan jalan. Pagi itu berakhir sangat kacau, baju saya kotor. Mau pulang ganti baju tidak memungkinkan. Terpaksa dengan kondisi seperti itu saya seret si sepeda menuju sekolah dan terus merutuk dalam hati. Malunya lagi jahitan pinggir rok saya robek serobek-robeknya. Untungnya saya pakai celana olahraga di dalamnya. Seharian itu saya jadi bahan olokan teman sekelas. Saya sendiri cuma bisa ketawa aja, padahal dalam hati meringis menahan tangis.

Beberapa kejadian bersama sepeda-sepeda saya sering membuat saya tertawa geli sendiri. Kenangan ini menjadi pelajaran hidup. Betapa bodoh dan naifnya saya di masa-masa itu. Terperosok bersama dengan sepeda-sepeda hanya karena sombong dan malas di diri. Hingga saat ini masih sering pula khilaf karena sering berlaku sombong dan malas. Tapi bersyukur pada Allah, masih sering pula menegur hambanya yang sering terperosok ini.

#writingfornation
#W4N
#metodeROIS
#menulisasik
#pesantrenbundasholehah
#menulisdenganhati

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Aquascape Pak Suami

Bismillah

"Aduuuhhhh!!"

Yap, pagi-pagi dihebohkan suara suami yang terkejut, kecewa juga sedih yang terasa dari nada suaranya. Saya yang sibuk wara wiri dari subuh, menyiapkan sarapan dan menyiapkan air mandi hangat anak-anak, terpaksa menghentikan aktivitas sejenak. Kemudian saya pun mendatangi arah suami dari ruang tamu.

"Ada apa bi?"

"Ikan-ikannya mati."

"Haa! Kok bisa bi? Berapa ekor yang mati?"

"Dua ekor, yang paling gede dan yang paling kecil."

"Oalaaah, kasiaann." Mata saya celingukan nyari ikan yang ternyata sudah mengambang diatas air dibalik tanaman air yang lebat.

"Ini alatnya gak jalan lagi, gara-gara mati lampu kemarin. Jadi, ikan-ikannya kekurangan oksigen kayaknya." Suami nunjukin alat berwarna hitam yang nempel di dinding aquascape mininya, yang saya gak tau namanya.

"Oh iya ya, mati lampunya hampir seharian, mana panas banget cuacanya kemarin itu".

"Eh, panteslah bi, tadi subuh keluar kamar kok rumah kayak bau-bau gak enak gitu, kira ummi itu karena bau air parit dibelakang rumah yang naik setelah turun hujan semalam, makanya baunya naik ke rumah. Oh rupanya bau ikan abi yang mati."

Lalu terpecahkanlah misteri bau-bauan di subuh hari itu yang sumbernya ternyata dari ikan-ikan yang mati di dalam aquascape mini punya suami.

Saya pun lanjut menyelesaikan aktivitas saya yang sempat terhenti meninggalkan suami yang juga langsung berbenah. Ia mengeluarkan ikan-ikan yang mati dari aquascape, mengambil air dari kamar mandi dan memasukkan air ke dalam alat berwarna hitam yang fungsinya menambahkan oksigen di dalam air, supaya alat itu bisa bekerja lagi.

Lalu, suami bolak balik dari dapur ke ruang tamu. Rupanya ia sekalian membereskan isi dalam aquascape mininya. Kenapa mini? ya soalny kalau mau beli yang gede lalu kemudian bingung mau naroh dimana, secara rumah kami mini juga, hehee.

Bagi pencinta ikan hias, sekarang lagi musimnya orang memelihara ikan itu di dalam akuarium, baik besar atau kecil. Tapi yang berbeda adalah ini bukan hanya sekedar akuarium tapi ini namanya aquascape. Aquascape ini tidak hanya berisi ikan-ikan saja tapi juga dihiasi dengan berbagai pernak pernik seperti pasir halus dan batu-batuan kecil sebagai dasarnya, serta tanaman airnya itu asli lho bukan palsu. Ikan-ikan hiasnya tidak harus besar, cukup kecil-kecil saja tapi menarik. Beberapa kali sudah penghuni aquascape itu banyak yang mati, dari ikan badut atau sering disebut ikan nemo, lalu ikan gupi, dan ikan-ikan hias lainnya. Sebenarnya saya sendiri kasian sama ikan-ikan ini, kok gak bosan gitu hidupnya berenang bolak balik di akuarium sekecil itu, lalu karena banyak faktor akhirnya mati. Tapi namanya suami hobi pelihara ikan, yah saya taunya ngasi makan ikan-ikan aja kalau pas suami lagi dinas keluar kota.

Dan, beberapa kali juga suami percobaan membuat aquascape mini dengan menaburkan bibit-bibit tanaman diatas media tanam sebelum kemudian kalau sudah tumbuh tanaman-tanaman kecil baru di isi air dan ikan, tapi belum pernah berhasil. Yang ada bibit-bibit itu setengahnya tidak bertunas, dan yang setengah lagi bagai tanaman yang hidup segan mati tak mau. Tapi karena terlanjur keluar modal yang lumayan menguras isi dompet tetep sama si suami dijadiin aja aquascapenya. Tidak putus akal sama suami aquascape yang sudah ditumbuhi tanaman kecil tapi jarang-jarang tumbuhnya itu ditambahi dengan potongan kayu kecil beranting dan tanaman air yang sudah agak besar lantas dimasukkan kedalam net pot. Dan jadi juga itu aquascape yang seada-adanya itu.

Karena ukuran rumah kami yang mini, suami hanya bisa beli aquascape ukuran kecil. Aquascapenya ada dua, yang kecil dan yang ukuran sedang. Yang ukuran sedang diisi dengan ikan hias kecil berwarna warni dan sifatnya rada-rada kalem, pas dikasi makan juga mangapny kalem-kalem. Nah, yang aquascape kecil diisi sama satu ikan cupang berwarna hitam dan ekornya berwarna merah. Nggak ada temannya, karena kalau digabung sama ikan lain, matilah ikan yang lain diadu sama si ikan cupang ini. Eh, ujung-ujungnya mati juga nih ikan cupang, mungkin sudah bosan menjomblo lantas mengakhiri hidupnya sendiri. Duh, kejamnya hidup ini.

Adanya aquascape ini cukup jadi hiburan tersendiri buat orang di rumah. Suara gemericik dari alat penyaring airnya bikin hati lumayan tenang. Kalau anak nangis tinggal di hibur dengan melihat ikan-ikan hias kecil berenang ke sana kemari. Nah, kalau saya lagi baper lalu lihatin ikan-ikan juga gitu? Nggaklah, saya kalau lagi baper mah nyari stock camilan di kulkas, hehe..

#WritingForNation
#W4N
#MenulisAsyik
#MetodeROIS

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mie Tiaw Goreng Asuk ala Mak Eti

Bismillah

Di hari Jumat pagi yang lalu saya belanja dapur ke warung Bude, karena mau masakin suami yang pulang dinas dari luar kota juga sekalian menuhin stok lauk pauk dan sayuran di kulkas yang tinggal sedikit. Pas lagi asik memilih-milih sayuran di atas meja, mata saya tertuju pada beberapa bungkus mie tiaw. Saya bolak balik mencari label halalnya. Alhamdulillah, ternyata ada label halal MUI-nya. Lalu saya ambil dua bungkus. Saya terpikir besok harinya mau buat mie tiaw goreng buat kak shofi dan suami. Sesampainya di rumah dua bungkus mie tiaw itu saya masukkan ke dalam kulkas di bagian paling bawah. Lalu saya mulai memisahkan segala belanjaan sesuai kodratnya masing-masing 😀

Saya ini tipe yang gak suka masak yang riweh-riweh. Sukanya masak yang praktis-praktis aja. Malah cenderung malas. Jangan ditiru ya bu ibu.. 😅 Kalau masak sayur suka di tumis-tumis aja, tempe tahu ayam ikan ya di goreng-goreng aja. Alhamdulillah punya suami juga gak susah makan, apa yang dihidangkan itu yang di santap. Kalau mau makan makanan kaya akan bumbu-bumbu tinggal makan di luar atau beli dari luar bawa ke rumah atau lauk pauk dan sayuran itu akan saya bawa langsung ke ahlinya masak memasak, Mak Eti. hahaa..

Apalagi setelah melahirkan saya gak bisa ke pasar pagi, karena gak ada yang jagain si adek bayi, dan kak shofi juga gak mungkin di tinggal berdua dengan adeknya. Jadi biasanya Mak Eti lah yang bantuin saya belanja keperluan dapur sekaligus kalau saya pengen masakan berbumbu beliau yang rajin masakin. Mak eti ini kakak saya, asal makan masakan beliau gak cukup makan sepiring, pasti bakalan nambah. Pokoknya bakal gagal diet. Saya pun gak berencana untuk diet. Diet itu cuma di mulut aja, tapi hati tidak. 😁

Balik lagi ke cerita mie tiaw. Sampai beberapa hari terlewat rencana saya yang mau bikinin suami dan kak shofi mie tiaw gak terealisasi. Tapi mie tiaw goreng asuk ini masiiih aja terbayang-bayang di pelupuk mata. Eh pas kebetulan kemarin Mak Eti datang ke rumah bawa kelambu pintu, ya udah sekalian saya nitip dua bungkus mie tiaw itu ke beliau untuk minta dibikinin mie tiaw goreng asuk.

Mak eti ini bisa banget bikin mie tiaw goreng asuk yang rasanya persis kayak yang dijual di Singkawang sana. Jadi kalau rindu makan mie tiaw goreng asuk tapi gak bisa pulang tinggal melipir aja ke rumah Mak Eti terus bawain bahan-bahan mentahnya.

Orang Singkawang gak ada yang gak tau sama mie tiaw goreng asuk. Makanan ini sangat khas baik rasa, tekstur dan baunya. Biasanya mie tiaw goreng itu pake sawi. Nah, keistimewaan dari mie tiaw goreng asuk ini sawinya di ganti dengan cangkok manis, ini yang bikin baunya rada-rada beda. Belum lagi telur yang di orak arik agak gosong dan toge yang berlimpah. Mie tiaw goreng asuk yang uapnya masih mengebul di tambah perasaan jeruk kecil, di tambah sambal kaisar, uuuaaahhhhh gak tahan rasanya. Tapi berhubung saya masih menyusui, dan saya pun gak ada stok sambal kaisar (saya gak tahan pedas), adanya sambal abc aja 😝, jadi teteplah yaa pake dikiiit aja sambalny, yang penting ada pedas-pedasnya gitu. Nah siapa yang gak ngeces bayangin mie tiaw goreng asuk ini?

Ini mie tiawnya dimasukkan ke dalam wadah yang segede-gede gitu, yakin gak saya bisa ngabisinnya dalam satu waktu? Yakin ajalah yaa. Mana bisa coba makan enak kayak gini disisain buat nanti-nanti. Tapi ini saya gak ngabisinnya sendirian kok, ada kak shofi yang bolak balik mulutnya mangap minta disuapin. 😄 Alhamdulillah ya kak shofi, rezeki makan siang ini kita dibuatin mie tiaw goreng asuk buatan Mak eti yang maknyoss n lazizzz... 😘😘

#PesantrenBundaSolehah
#MenulisAsyik
#MenulisDenganHati
#MetodeRois
#WritingforNation
#W4N

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Hujan Berkabar

taken from here


Kamu tahu kenapa aku suka ketika hujan datang?
Karena ketika hujan datang ia akan menyanyikan aku tentang lagu berjudul ketenangan

Dengarlah... Dengarkan suaranya yang merdu itu
Resapi dengan hatimu
Perlahan kau akan tahu bahwa di dalam hujan ada nyanyian tentang semua rasa
Dan kau bisa melihat bahwa diantara suara-suara rinai hujan itu, ada suara-suara yang mengabarkan kepadamu tentang kerinduan seseorang  diujung jalan sana

(Pontianak, 21/10/2013, di malam berhujan yang menenangkan)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Posisi -yangselalukupikir- High

The picture taken from here

Assalammu'alaikum, wr wb..
Apa yang kalian rasakan ketika mendapat kesempatan untuk  mencoba sesuatu yang baru? Mungkin orang yang terbiasa atau bahkan menyukai sesuatu baru menjadi hal yang biasa ketika harus mencoba dan mendapatkan hal-hal yang baru itu dalam hidupnya. Tapi bagaimana bagi yang tidak terbiasa, yang setiap harinya terbiasa menetap pada satu posisi yang dirasanya aman dan nyaman bagi dirinya sendiri. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cinta VS Prinsip

This picture from Enakei

“Apa yang akan kamu katakan ketika seorang lelaki yang bertahun-tahun menjadi sahabatmu, tiba-tiba menyatakan bahwa ia menyukaimu secara tidak langsung?”
Aku mengernyitkan hidung dan bertanya sedikit bodoh, “Maksudmu ‘secara tidak langsung’?”

“Yah, sesuatu seperti...” mendadak temanku menggantungkan kalimatnya dan mengendikkan bahu.
“Apa?” tanyaku lagi, dan memajukan posisi dudukku lebih mendekat padanya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Picture

Picture